Ternyata Jokowi Sama Dengan Soeharto

Tiga Agenda penting dalam memasuki kancah perpolitikan Indonesia, yaitu pemilihan kepala daerah di Tahun ini, pemilihan anggota dewan yang terhormat di tahun 2019 dan pemilihan Calon Presiden Indonesia Satu. Siapa saja Bakal calon Gubernur, siapa saja bakal calon anggota dewan, dan siapa saja bakal calon presiden nanti, Apakah Jokowi dari PDIP akan bersanding dengan Jusuf Kala? Siapa lawan Jokowi di Pilpres 2019 nanti?  kita tunggu saja informasinya.

pemilihan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 tengah ramai diperbincangkan oleh masyarakat akhir-akhir ini. Yang paling hangat adalah pemilihan gubernur Jawa Barat nanti. Sepak terjangnya para bakal calon Gubernur Jawa Barat dalam berkampanye dan memberikan program-program mereka yang berkualitas akan menjadi tolak ukur masyarakat Jawa Barat dalam memilih.

Sementara itu, di Tahun 2019, elektabilitas Jokowi kian meningkat menurut beberapa survey yang dilakukan dibandingkan lawan-lawan politiknya. Elektabilitas tinggi menentukan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan saat ini. Apakah Joko Widodo akan melanjutkan babak baru kepemimpinannya di Tahun 2019? Atau muncul seorang bakal calon Presiden Baru yang tidak diperhitungkan akan mengalahkan beliau di Pilpres 2019.

Kali ini saya akan memuat tulisan tentang kemiskinan di Jawa Barat, menurut beberapa sumber tulisan seperti dari Koran PR (Pikiran Rakyat). Kemiskinan di Jawa Barat masih tinggi dan kalah jauh dari Provinsi Banten dan DIY (Yogyakarta). Menurut data ada sekitar 3,74 juta lebih warga miskin di Jawa Barat yang memang perlu mendapat perhatian tinggi bagi para calon Gubernur.

Kalau para bakal calon gubernur Jawa Barat ini tahu (dan mungkin mereka pasti sudah tahu karena mereka lebih pintar makanya nyalon juga) keinginan dan kebutuhan masyarakat miskin ini. Bukan tidak mungkin mereka dapat terpilih menjadi Gubernur Jawa Barat sebenarnya.


Saya menemukan 6 Permasalahan penting di Jawa Barat ini, antara lain :

  1. Sampah merajalela baik Sampah Rumah tangga, Limbah Plastik, Limbah pabrik, dan bahan-bahan kimia yang merusak lingkungan
  2. Air Sungai Kotor terutama penanganan Air Sungai Citarum
  3. Ketidak beraturan Tata Letak dan Tata Ruang wilayah, buktinya Pabrik ada dimana-mana dan tidak menghiraukan pemukiman warga yang sewaktu-waktu bisa terkena dampak dari limbah atau bahan-bahan kimia pengaruh pabrik tersebut.
  4. Sistem pendidikan yang masih konvensional sehingga menciptakan manusia seperti robot, dan hanya diproyeksikan untuk menjadi pekerja pabrik saja. Hanya segelintir masyarakat yang sadar bahwa pendidikan tinggi akan menjamin kehidupan di masa datang.
  5. Perumahan yang layak dan murah bagi masyarakat bawah, saya sedih mendengar banyak siswa SMA dan SMK yang orangtuanya hidupnya masih ngontrak padahal anak-anaknya sudah gede. Ruang sempit kalau rumah sendiri enggak apa-apa. Sudah sempit, mengontrak lagi, bagi mereka Indonesia bukan Tanah air beta, tapi Indonesia tanah air majikan. 
  6. Permasalahan Banjir, mengapa  Indonesia tidak berkaca dari kesalahan masa lalu. Banjir akan bisa dihindari jika kita membuat sebuah gorong-gorong besar di bawah jalan yang bisa diakses seluruh petugas PLN, Petugas Telepon, Petugas Dishub, Petugas Telkom, sehingga meminimalisir segala proyek-proyek instan mereka yang mengganggu kemacetan di jalan. Kalau istilah saya (Turtle Tunnel), makanya harus sering nonton Kura-kura ninja biar tahu cara mengatasi permasalahan Banjir Bandang dan Banjir musiman di Jawa Barat. 

Jadi seperti itulah, 6 permasalahan di Jawa Barat yang harus menjadi Visi dan Misi Prioritas bagi Para Calon Gubernur dan Wakil. Jika mereka memang Cinta sama daerahnya sendiri, jangan sampai Tahun 2030, masyarakat Jabar yang kaya nih, pada pindah ke luar negeri karena tidak memiliki kenyamanan hidup disini.

Saya memang kalau ditanya ngapain nulis kaya gitu, emang elo bisa ngatur Jawa Barat? Saya bilang saya tidak bisa, dan tidak akan bisa, karena saya bukanlah dewa Zeus atau Dewa Krisna. Saya hanya bisa mengingatkan saja, barangkali bisa diterima, kalau enggak enggak apa-apa, toh manusia itu suka lupa kalausudah diberi jabatan dan kedudukan. Mudah-mudahan para pemimpin luar biasa diatas bisa menjabarkan dan melaksanakan seluruh amanat yang diembannya. Sekian Terima Kasih

Ada tambahan lainnya? Silakan kasih komentar di bawah.




Comments